Syaikh Al-Azhar Menjawab Paus Vatikan

Rabu, 31 Desember 1969 18:00:00 - oleh : admin

Paus Benediktus XVI, dalam sebuah pidatonya di salah satu universitas di Jerman menyinggung tentang Islam, dan menyebabkan sakit hati orang-orang Muslim dunia. Maka ramailah dunia Islam dengan demo dan kecaman terhadap pimpinan Kristen Katolik ini.

Dalam pidato yang berjudul "Aqidah, Akal dan Universitas" ini, Paus mengeluarkan beberapa statemen yang berseberangan dengan realita dan sejarah Islam. Oleh karena itu, Syaikh Al-Azhar merasa perlu untuk memberikan islah dan tegoran kepada Paus Benediktus XVI.

Catatan ini saya sarikan dari hadiah majalah bulanan Al-Azhar, yang memuat lengkap pidato Paus Benediktus XVI di salah satu universitas di Jerman, berikut tanggapan Syaikh Al-Azhar terhadap pernyataan Paus yang bersinggungan dengan Islam.

Dalam pidato ini, Paus mengutip pendapat buku yang ditulis oleh Prof. Tudor Khory yang memuat dialog, antara Kaisar Romawi Bizaitun dengan salah satu pemikir Persia pada musim dingin tahun 1391 M.

Terjadilah dialog diantara keduanya seputar masalah Islam dan Kristen dan hakekat kedua agama tersebut. Disini Kaisar menyinggung tentang Jihad, dan dia juga tau tentang ayat "La ikraha fi al-dien". Dia menganggap bahwa ayat ini, termasuk ayat-ayat yang pertama kali turun yang menurutnya waktu itu Nabi Muhammad masih tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan bahkan dibawah tekanan. Setelah kedudukan berubah, baru turunlah ayat-ayat Jihad.

Selain itu, Kaisar juga mempertanyakan tentang kaitan antara agama dan kekerasan. Dia berkata "Tunjukkan kepadaku, apa hal baru yang dibawa Muhammad? Kamu tidak akan mendapatkannya kecuali segala sesuatu yang jelek, tidak manusiawi, seperti penyebaran agama terhadap musuhnya dengan pedang".

Akan tetapi yang disayangkan setelah mengemukakan dialog ini, Paus tidak mengomentari sedikitpun tentang hal-hal yang didialogkan.

Seperti lazimnya seseorang pemikir yang mengemukakan pendapat yang salah, dia pasti akan mengomentarinya. Kalau tidak, itu berarti bahwa dia setuju terhadap pendapat tersebut, dan bisa dianggap dia sendiri yang mengatakannya. Hal ini menunjukkan bahwa Paus setuju dengan ungkapan Kaisar Romawi dan ingin ikut menyebarkannya kepada para hadirin.

Dari sinilah Syaikh Al-Azhar mengomentari pendapat-pendapat yang salah dari pernyataan Paus. Ada beberapa poin yang perlu dijelaskan untuk menjelaskan hal-hal di atas.

Pertama, disebutkan bahwa Islam itu disebarkan dengan pedang. Dari pernyataan ini kita perlu mengingat bahwa seluruh nabi dan rasul diutus Allah kepada kaumnya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, tidak diutus untuk memaksa ataupun menekan pengikutnya utuk menuruti kehendaknya. (lihat QS. Al-An'am:48, QS.An-Nisa':165, QS.Al-Baqarah:213)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Celetukan" Lainnya

© 2008 KoyanK | Powered By AuraCMS | Design by GarduHost