Dua Cara Menghibur Diri

Rabu, 31 Desember 1969 18:00:00 - oleh : admin

Dua Cara Menghibur Diri

"2 cara menghibur diri. 1 nonton Srimulat,4mata,extravaganza,dll.biar kita lupa. 2.nonton

berita Palestina,Libanon,cerita orng2 pinggiran dll,biar kita ingat"

Dari hasil curhat-curhatan, ada yang mengeluh tentang hidup yang sedang dia jalani. Akhirnya

saya kirim dia sms "dua cara menghibur diri; cara lupa dan cara ingat".

Pertama, cara lupa. yaitu berusaha melupakan apa yang telah terjadi, dengan cara mengalihkan

perhatian untuk sementara, dari apa yang sedang terjadi. Sehingga ketika pikiran dan

perasaan sudah segar, kita bisa kembali berperang menghadapi permasalahan. Cara ini sifatnya

hanya sementara saja, sekedar untuk mengendorkan otot pikiran.

Biasanya orang-orang banyak yang menuju kepadahiburan. Seperti nonton acara-acara humor,

jalan-jalan dan sebagainya. Tapi ada juga yang mencari hiburan yang tidak semestinya.

Sehingga bukannya menyelesaikan permasalahan, tapi memperuncing masalah dan bahkan

menimbulkan permasalahan baru. Seperti meminum obat-obatan terlarang dan sebagainya.

Payahnya, kalau hal yang kita permasalahkan itu sudah terjadi.Jadi cara lupa hanya akan

bertahan sebentar, untuk kemudian kita akan kembali kepada ingatan, bahwa betapa malangnya

nasib kita. cucian deh lu!!!  Mungkin, cara kedua bisa meminimalisir hal ini.

Yang kedua, Cara Ingat. Kalau dipikir-pikir, mungkin cara ini agak kejam. Bisa dibilang

seperti apa yang ada dalam pepatah "menari di atas penderitaan orang lain". Tapi menurut

saya, kadang hidup memang seperti itu.

Tidak dapat dibayangkan, kalau seandainya, dari seluruh manusia yang ada di dunia, hanya

saya sendiri yang menderita. Ketika orang lain bisa tertawa, tersenyum. Saya hanya bisa

manyun dan manyun. Wah cucian deh pokoknya.

Secara tidak sadar, derita yang kita rasakan, akan terasa berkurang ketika ada teman kita

yang kebetulan juga kena masalah yang sama. Atau bahkan, kita akan merasa lebih hebat ketika

ada orang yang gagal, di waktu kita sedang berhasil. wah mumet...

Ada pepatah Arab yang mengatakan, "Bahwa musibah yang ditimpa suatu kaum itu, bisa menjadi

faedah bagi yang lainnya". Mungkin diatara faedahnya, bisa meringankan derita :D

Saya sering mendengar kata-kata "untung" di tempat-tempat kecelakaan. "Untung tadi nggak

masuk jurang", "Untung cuma patah punggung", "Untung temannya nggak ikut meninggal" ,

untung... untung... untung... Memang kadang manusia bisa lebih bersyukur diwaktu-waktu

sengsara. Karena ketika nikmat datang, dia lupa pada Tuhannya, lupa untuk mengucapkan

terimakasih. Maka yang banyak di dengar ditempat orang yang kebetulan sedang mendapat nikmat

adalah kata-kata "rugi". "Rugi saya, coba tadi begini... coba begitu.. coba... coba...

Ketika tulisan ini ditulis, jutaan orang Palestina sedang menderita. Setiap hari, ada saja

orang Palestina yang meninggal, kehidupan yang tiada menentu membayangi perjalanan mereka.

Kemanusiaan yang di dewa-dewakan barat, tidak berlaku. Dunia menutup mata.

Mulai tahun 1945, penduduk dunia --terutama di wilayah timur-- merasakan kemerdekaan dan

mendapatkan hak-haknya sebagai manusia. Tapi sampai saat ini, rakyat Palestina masih terus

berada dibawah kekuasaan tirani penjajahan.

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Catatan" Lainnya

© 2008 KoyanK | Powered By AuraCMS | Design by GarduHost