Memformat Otak

Rabu, 31 Desember 1969 18:00:00 - oleh : admin

Selama belajar di bangku sekolah, pekerjaan kita hanyalah merekam dan merekam. Kita tidak pernah diberi kesempatan untuk berpendapat dan berkreasi. Ya.. begitu kira-kira sistem pendidikan kita. Sistem CBSA gak banyak dipraktekkan. Akhirnya kita nggak berani mengemukakan pendapat, apa yang dikatakan oleh guru menjadi sebuah kebenaran yang mungkin bisa dibilang kebenaran sejati.

Setelah sekian lama kita hidup di dunia, maka segala yang kita temui menjadi biasa-biasa saja. Bahkan kita kadang tidak peduli dengan keadaan sekitar, karena sudah menjadi tontonan sehari-hari. Bangun tidur, ke sekolah, makan, minum, tidur de el el. Menjadi rutinitas yang sepertinya harus kita kerjakan berulang-ulang selama kita hidup. Ya.. dan itupun terekam baik di otak kita. Setiap pekerjaan kita sudah punya rekamannya. Seperti sebuah program di komputer, kita akan secara otomatis berjalan sesuai dengan program.

Dunia terus berubah, dan kita tetap saja menggunakan rekaman yang mungkin sudah usang, sehingga kita kadang kurang bijak dalam bertindak.

Seperti cerita pak Renald Kasali, waktu naik pesawat ke Eropa, dia mendapat tawaran untuk ikut ke ruang kendali pesawat. Sampai di depan beliau terheran-heran melihat pilot dan awak yang lainnya hanya duduk-duduk ngobrol dan gak ada yang memperhatikan kedepan. Mereka tidak peduli di depan apa ada awan atau mungkin tanjakan de el el. Usut-punya usut ternyata kapal itu berjalan dengan rekaman yang ada diotak pesawat, semua sudah terkomputerisasi.

Setelah sekian lama ngobrol, pak Renald disuruh kembali ke kursi. Tapi beberapa saat setelah itu, beluau diajak lagi ke ruang kemudi. Akhirnya pak renald nanya, "Tadi kenapa saya kok disuruh balik ke kursi". Mereka menjawab bahwa saat itu cuaca tidak baik, jadi komputer sudah tidak bisa lagi diandalkan, harus dikemudikan secara manual.

Ya.. mungkin itu sedikit kesimpulan saya ikutan acara Pak Renald Kasali di Shalah Kamil kemarin. Selama ini kita selalu dicekoki, dan dipaksa untuk merekamkan memori dalam otak kita. Yang rekaman-rekaman itu kadang sudah tidak cocok dengan keadaan kita sekarang. Kita harus rajin-rajin mengupdate dan mengasah rekaman yang kita miliki, agar bisa digunakan dengan tepat. Sekali-kali kita perlu memformat file-file diotak kita, dan kalau perlu beli hardisk baru..... lho kok larinya ke komputer :D

===========
Acara Dialog bersama Renald Kasali dan Widono di Shalah Kamil, kerjasama PPMI dan KBRI Kairo.

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Celetukan" Lainnya

© 2008 KoyanK | Powered By AuraCMS | Design by GarduHost