Ada yang menarik dari perbincangan teman-teman kemarin dengan Mbak Ema, Kandidat Doktor dari UIN Sunan Kalijaga (dulu IAIN) yang sedang menyelesaikan tesisnya di Mesir.
Saya jadi ingat coretan saya tentang Menformat Otak, tanpa kita sadari, otak kita merekam apa-apa yang telah terjadi baik didepan kita ataupun susupan dari nenek moyang kita sehingga menjadi ketetapan masyarakat (mungkin bisa dibilang budaya... bener nggak yah kekeke).
Kembali kebada pembicaraan bareng Mbak Ema, begitu juga dengan wanita. Karena dunia sampai saat ini dikuasai oleh laki-laki, maka segala ukuran harus mengikuti keinginan laki-laki. Entah secara sadar atau tidak saya tidak tau, laki-laki mensyaratkan wanita ideal itu sebagai berikut:
1. Pinter masak
2. Patuh pada suami
3. Langsing (kadang cendrung ceking :D)
Mari kita lihat dampak-dampak yang bihasilkan dari standart-standart ini. Pinter masak, sebenernya pembagian-pembagian ini saya buat-buat sendiri, saya simpulkan dari ngomong2 dengan Mbak Ema). Wanita saat ini dihukum untuk menjadi pelayan bagi lelaki atau suami, maka yang wanita perlu persiapkan adalah apa-apa yang perlu dipersiapkan untuk melayani suami, diantaranya pinter memasak.
Di sini terlihat bahwa wanita itu, tidak harus pinter yang lain-lain, yang penting pinter masak. Mbak Ema menceritakan mengemukakan fenomena masyarakat, ya... Kiyai-kiyai yang sangat pinter istilah beliau samapai bilang Alim dan Al'lamah, tapi kalau dilihat istrinya ngaji kitab nggak bisa.
Trus yang kedua, patuh pada suami. Untuk yang satu ini, wanita juga perlu dipersiapkan biar patuh sama suami. Biasanya kalau anak laki-laki di mondokkan, ia diharapkan nantinya menjadi tokoh masyarakat yang mumpuni, yah.. bisa jadi kiyai besar lah. Lain lagi kalau perempuan, biasanya dia mau dikawinin hehehe, biar taat sama suami :D.
Dan di pondok biasanya memang, materi-materi yang diberikan, antara putra dan putri itu berlainan. Yah... lagi-lagi pelajaran di putri biasanya mengarah kepada persiapan tadi.
Yah ini pendapat Mbak Ema... dalam hati saya berkata.. hmm.. ada benarnya juga, tapi kayaknya itu dulu deh :D... sekarang udah agak lagi, dan st... kayaknya Mbak Ema termasuk korbannya heheheh...
Trus yang terakhir, mungkin ini paling lucu :D, langsing. Hal ini karena sudah menjadi ketentuan masyarakat. Para orang tua biasanya menjaga pola makan putri mereka, agar jangan sampai putri mereka menjadi gemuk. Akhirnya itu mempengaruhi pada kebutuhan gizi, dan juga mempengaruhi kecerdasan sang anak.
Yah... menurut saya model itu berjalan sesuai jaman. Seperti model rambut, ada gilirannya. Dulu ketika saya masih kecil, model rambut yang ngetren, rambut keriting. Waktu itu mungkin lagi jamannya Godbles yang fokalisnya Ahmad Albar yang kribo itu kekeke. Hingga kakak saya yang waktu itu udah bisa dibilang anak muda, ikut-ikutan nyoba ngeritingin rambutnya yanag lurus. Sekarang lagi musim ngetopnya artis-artis dari Taiwan yang rata-rata rambutnya lurus-lurus. Yang punya rambut keriting resah, mencari cara untuk meluruskan rambutnya.
Kembali ke soal body yang langsing, mungkin suatu saat, akan tiba masanya bagi body gembrot ngetop. Saya lihat di acara siaran Globe7 kemarin sudah mulai ada tuh peragaan busana orang-orang berbobot lebih :D.
Hm... gimana yah, klo nantinya cewek ideal itu gemuk !!!
kirim ke teman | versi cetak