Orang Sakti Masa Depan

Rabu, 31 Desember 1969 18:00:00 - oleh : admin

Bush datang ke Indonesia, dan Indonesia menjadi perhatian dunia, walau Bush hanya mampir 6 jam. Kenapa? Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar, menjadikannya layak untuk dikategorikan sebagai negara teroris. Yah... entah mahluk apa itu teroris saya juga kurang mengerti. Karena sampai saat ini tidak ada definisi yang pasti yang menjelaskan secara jelas tentang mahluk yang satu ini. Tai kucing...


Nah, salah satu ciri-ciri teroris adalah tidak suka Bush, karena memang Bushlah founding father dari teroris, jadi dia bebas berkata apa saja, namanya aja founding father, jadi bebas-bebas aja donk hehe. Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara teroris harus menujukkan keterorisannya, dengan mengadakan demo seputar kedatangan Bush.

Nah di antara sekian teroris yang ikut demo adalah Ki Gendeng Pamungkas. Dia punya cara tersendiri untuk menolak kedatangan Bush ke Indonesia. Di tengah kerumunan masa KGP melakukan ritual voodoo yang katanya dia pelajari dari Afrika. Dengan santet ini, katanya nanti akan ada angin ribut dan petir sehingga tim keamanan akan kacau, juga Bush dan pengawal akan kesurupan ketika berada di Istana Bogor. Wah ... keren euy :D

Terlepas dari setuju atau tidak Bush ke Indonesia, ada suatu yang menggelitik saya.

Tanggal 20 sudah lewat, dan tidak terjadi apa-apa di Istana Bogor. Bush bisa berjalan santai sambil tersenyum, dan sekali-kali melambaikan tangan. Ternyata santet KGP nggak mempan. Ada yang bilang Bush banyak mendapat perlindungan dari paranormal juga. Ada juga yang bilang bahwa di lingkungan Istana Bogor sudah siap siaga paranormal untuk membentengi segala macam serangan. Yah... intinya santet nggak mempan. :D

Kalau masalah urusan santet, saya kok jadi heran, kenapa yang bisa kena kok cuma tetangga rumah. Tidak pernah terdengar para pejabat yang korup, trus pemimpin dunia yang doyan bikin gaduh, kena santet. Jadi saya pikir-pikir santet hanya berguna untuk orang lemah, orang pinggiran. Dan mungkin ini kayaknya bukan hanya santet, tapi juga untuk jenis kesaktian-kesaktian lainnya. Kayak kekebalan dan lainnya.

Kalau dibandingin sama net ato cyber, wah jadi lain tuh. Udah banyak terjadi pembobolan data, di bank-bank, kantor-kantor, software bla bla bla. Padahal dari segi keamanan, tentu saja mereka menyewa penjaga-penjaga handal yang mereka bayar mahal. Tapi tetep saja tuh bobol, bahkan klo nggak salah ingat neh, ada anak kecil yang membobol data keamanan Amerika...

Saya pernah nanya sama teman saya yang kata orang dia itu kebal :D. "Eh bro... orang kebal itu gimana seh? (aslinya nggak pake bahasa gaul gini :D) Klo ada orang kebal bacok, trus saya bacok dia pake pedang Samurai, mempan nggak? Trus klo ada orang kebal panas, nggak kenapa-kenapa meski di bakar, trus klo saya bakar pake las ato pake solder bisa meleleh nggak tuh orang?"

Sambil tersenyum bijak teman saya itu menjawab "Begini bro, orang kebal itu ada tingkatannya, ada yang kebal cuma kulit saja, jadi klo disayat pisau tidak apa-apa, tapi klo dipentung, benjol juga heheh (sekali lagi temen saya juga nggak pake bahasa gaul gini :D). Gitu dech, ada-ada aja u"

Jadi saya pikir ngapain kita sakti dijaman sekarang, klo cuma bisa gitu. Seharusnya orang sakti itu, kalau dulu tidak mempan bacok, sekarang harusnya udah tidak mempan tembak, trus nggak mempan bom, trus nggak mempan nuklir.

Saya sering mendengar cerita-cerita tentang nenek moyang kita dulu. Di Sumenep ada Jokotole yang punya kuda terbang, trus musuhnya Dempo Awang yang punya kapal yang bisa terbang di udara. Cerita-cerita masa penjajahan, tentang kesaktian-kesaktian para kiyai dalam menghalau penjajah. Kayaknya orang dulu lebih sakti dari pada orang sekarang. Entah cerita-cerita itu betul apa nggak, nggak ngurus hehe

Kesimpulan sementara saya kesaktian makin lama makin lemah. Tidak sama dengan kemajuan teknologi yang makin lama makin canggih. Seharusnya penggiat kesaktian bisa mengembangkan diri sesuai dengan keadaan dan kebutuhan jaman. Jangan cuma bisa seperti yang orang sebelumnya bisa, karena tantangannya jelas lain berbeda.

Nah orang sakti masa depan, seharusnya bisa berperan lebih aktif. Kayak sekaranag di Jawa Timur lagi di ada lumpur Lapindo, seharusnya orang-orang sakti juga turun tangan. Trus sodara-sodara kita di Palestina, Libanon, Irak, Afganistan yang sedang di jajah, seharusnya tukang santet bisa nyantet tuh orang seluruh pimpinan-pimpinan negara usil itu, biar mereka jera.

Yah... selamat bertapa...

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Celetukan" Lainnya

© 2008 KoyanK | Powered By AuraCMS | Design by GarduHost