Jenggot dan Terorisme

Rabu, 31 Desember 1969 18:00:00 - oleh : koyank

Ada teman saya yang baru datang dari Indonesia. Seperti biasa, teman-teman yang lain ingin banyak mendengar apa hal baru yang terjadi di Indonesia. Ternyata, internet tidak cukup untuk dijadikan rujukan, kita-kita masih butuh teman yang pulang untuk cerita ini dan itu. Satu hal yang cukup menarik adalah, ketika dia pulang. Perjalanan pulang dari Cairo ke Indonesia. Dibandara Singapore, dia diperiksa habis-habisan. Entah kenapa, seluruh badannya diperiksa, juga tas-tas dan barang-barang yang dia bawa, dibongkar. Yang paling parah, dia kebetulan bawa laptop; laptopnya di buka, dihidupin dan kemudian file-file didalam diperiksa. Wah... ada apa gerangan!!! Padahal waktu itu, bukan hanya dia yang kebetulan akan berlibur ke Indonsia, masih banyak teman-teman yang lain, tapi mereka semua tidak bernasib sebutuk teman saya yang satu ini. Kenapa???, ternyata ada yang lain dari penampilan teman yang satu ini. Dia pake JENGGOT. Ya... gara-gara jenggot dia diperiksa habis-habisan. Jenggot saja. Dari segi cara berpakaian, teman saya biasa-biasa saja dan mungkin kayaknya agak selenge'an. Tentu saja hal ini membuat dia tersinggung, tapi apa daya... Baru-baru ini, lagi-lagi saya dengar, cerita saudara teman saya yang juga di Cairo. Kebetulan dia dapat panggilan untuk belajar di Pakistan. Ketika menghadap ke kedutaan Pakistan untuk mengurus administrasi, dia diusir, disuruh pulang, untuk mencukur jenggotnya. Dunia sungguh semakin edan, apa salahnya dengan jenggot. Sebegitu kuatkah doktrin barat, yang menganggap bahwa semua orang Islam itu teroris!! Semua ciri-ciri yang berbau Islam harus diberangus dan dicurigai. Saya yang kebetulan juga pakai jenggot dibilangi sama teman, nanti kalau pulang, yah sambil bawa gitar aja. Jadi yah... kayak personel System Of A Down, yang seluruh personelnya melihara jenggot. :D

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Catatan" Lainnya

© 2008 KoyanK | Powered By AuraCMS | Design by GarduHost