Dunia (hanya) Kecam Israel

Rabu, 31 Desember 1969 18:00:00 - oleh : admin

Kalau cuma mengecam saya juga bisa, dan mungkin kecaman saya bisa lebih ganas, lebih cerdas, lebih kejam, lebih buruk, pokoknya saya bisa buat yang lebih lha, kalau cuma kecaman. Lidah memang tidak bertulang. Coba dengar, celoteh sandiwara orang-orang ini.


Oh ia, yang disebut di sini hanya ada Lebanon. Sedangkan Palestina mungkin menurut mereka tidak butuh yang namanya kemanusiaan. Apalah arti penderitaan orang Libanon ketimbang orang Palestina. Apalah arti bom Qana ketimbang bom-bom yang menimpa Palestina. Orang Palestina, apakah kamu sudah tidak dianggap manusia lagi!!!

Ya.... ternyata yang akan diselesaikan hanya asapnya saja, dan membiarkan api tetap berkobar. Semoga api semakin besar.... dan akhirnya melumat dan menghanguskan Israel dan Amerika.

PM Inggris Tony Blair
"Semua pihak harus bisa menahan diri dan memaksimalkan upaya serta keinginan mereka menuju resolusi DK PBB. Diharapkan dalam resolusi itu akan dicantumkan jaminan terhadap keamanan Israel dan juga dukungan terhadap Lebanon"

Sekjen PBB Kofi Annan
"Saya sangat putus asa karena seruan saya sejak semula mengenai gencatan senjata sama sekali tidak dihiraukan. Akibatnya, nyawa banyak orang tak berdosa harus melayang lagi".

Menlu Inggris Margaret Beckett
"Saat ini, yang terpenting dan mendesak adalah memastikannya (serangan Qana) sebagai landasan semua upaya demi tercapainya sebuah kesepakatan. Semoga, kesepakatan akan tercapai pekan ini,"

PM Prancis Dominique de Villepin berharap kesediaan Israel menghentikan serangan sementara itu akan menjadi langkah positif pertama bagi perdamaian.

Direktur Eksekutif Pengawas HAM PBB Kenneth Roth
"Militer Israel menganggap siapa pun yang masih tersisa di kawasan itu sebagai musuh yang layak dibasmi".

Kritik senada juga dilontarkan Sekretaris Kepala Kabinet Jepang Shinzo Abe, PM Pakistan Shaukat Aziz, Jubir Deplu Tiongkok Liu Jianchao, dan pemerintah India. Empat negara di kawasan Asia itu sangat menyesalkan serangan membabi buta Israel di Qana dan menganggapnya sebagai aksi kriminal. "Kami mendesak kedua belah pihak segera melakukan gencatan senjata untuk menghindari bencana yang lebih besar," kata Liu.

Seorang Diplomat UE.
"Kami mendambakan gencatan senjata secepat mungkin lewat koridor kemanusiaan".

Harian Al-Ahram
"Jagal Israel sudah menambahkan penjagal baru dalam silsilah mereka. Babak gelap ini mengingatkan kita pada peristiwa beberapa tahun yang lalu. Tempatnya sama, penjagalnya berasal dari negara yang sama, dan korbannya lagi-lagi warga tak berdosa".


*)Diambil dari JawaPos 1 Agustus 2006

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Celetukan" Lainnya

© 2008 KoyanK | Powered By AuraCMS | Design by GarduHost